Jumat, 28 Januari 2011


Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja.

Seorang wanita tua, bertubuh gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipihnya yang bulat, duduk  menggelar nasi daganganya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli  angkut yang sudah menunggu sejak tadi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu rasa bukan soal, yang terpenting adalah harganya yang luar biasa murah
Hampir –hampir mustahil ada orang yang berdagang dengan harga sedemikian renda. Lalu lupa apa untungnya ? wanita itu terkekeh menjawab.” Lalu bagaimana kuli-kuli itu bisa beli?  Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?’ katanya sambil menunjukkan para lelaki yang kini berlompatan ke atas truk pengantar mereka ke tempat kerja
Ah!  Betapa cantiknya, bila sebongkah misi hidup dipadukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana  wanita tua di atas, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia , adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tidak runtuh. Merekalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam kerja: menghadirkan secercah kesajahteraan bagi sesama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar