Sabtu, 29 Januari 2011

paku


 Paku

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dipagar belakang setiap kali dia marah..

Hari pertama anak itu memakukan 48 paku kepagar setiap kali dia marah.. lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa ternyata lebih muda manahan amarah dari pada memakukan paku kepagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satu paku untuk setiap dia tidak marah.
Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu kahirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. ”Hmm, kamu telah berhasil baik anakku, tapi, lihatlah lubang-lubang dipagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini ... di hati orang lain.
Kamu dapat menusukan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu .. tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu akan tetap ada .. dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar